Sabtu, 08 April 2017

TESTIMONI PERKULIAHAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Edit Posted by with No comments

Nama : Franisa Medilita Ketaren
NIM : 161301060
Kelas : Psikologi Pendidikan A

Perkuliahan dengan mata kuliah Psikologi Pendidikan yang sudah berlangsung selama lebih kurang tiga bulan ini memberikan banyak pengalaman kepada saya. Apalagi karena dibimbing oleh dosen pengampu yang tidak hanya satu. Banyak pelajaran berharga yang telah saya dapatkan selama mengikuti proses belajar di mata kuliah psikologi pendidikan ini. Banyak juga proses-proses yang saya alami selama pembelajaran di mata kuliah tersebut. Di dalam mata kuliah ini saya tidak hanya dituntut untuk mampu mengikuti mata kuliah di dalam kelas saja dengan berbagai teori-teorinya, melainkan juga kami dituntut untuk mampu turun ke lapangan. Dalam artian kami dituntut untuk mampu mengaplikasikan ilmu yang telah kami dapat ke dalam praktek yang sesungguhnya, contohnya yaitu melakukan observasi ke sekolah-sekolah.

Menurut saya, mata kuliah ini sangat menarik karena sangat sesuai dengan apa yang sedang kami lakukan saat ini yaitu belajar mengajar. Walaupun banyak tugas yang harus kami selesaikan untuk menempuh mata kuliah ini, tetapi bagi saya itu adalah salah satu cara untuk membentuk kami menjadi mahasiswa yang lebih baik lagi. Sebagai mahasiswa saya bisa belajar sambil memahami apa yang seharusnya dilakukan dalam dunia pendidikan sesuai dengan apa yang telah kami pelajari di mata kuliah psikologi pendidikan ini. Di mata kuliah ini kami mempelajari berbagai topic, seperti mengenai perkembangan-perkembangan pendidikan anak serta implikasinya, tentang teori motivasi khususnya motivasi untuk belajar, jenis-jenis metode pembelajararan, intelegensi, kemudia manajemen kelas yang baik, bagaimana seorang guru yang efektif seharusnya menghadapi siswanya, dan masih banyak lagi. Itu semua merupakan pelajaran berharga bagi saya dan semoga bisa saya terapkan di kehidupan saya dan masa depan saya nantinya.

Saya juga ingin berterimakasih kepada dosen-dosen pengampu yang telah membimbing saya yang tidak bisa saya sebut satu persatu karena telah bersedia membimbing dan mendidik kami dengan baik dan iklas. Banyak pelajaran berharga yang telah saya dapatkan melalui mata kuliah ini. Banyak juga kekurangan dan kesalahan yang telah saya lakukan selama proses pembelajaran di mata kuliah ini, untuk itu saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya. Semoga saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.
 

Resume Materi Psikologi Pendidikan III

Edit Posted by with No comments
Halooo saya mau lanjut ngeblog nihhhhh…
Resume materi psikologi pendidikan saya yang ketigaaa. Kali ini saya membahas tentang motivasi yang merupakan salah satu topik pembahasan di mata kuliah psikologi pendidikan. Selamat membaca yaaa…

MOTIVASI



Dalam proses pengajaran, motivasi merupakan aspek yang sangat penting, yang juga merupakan komponen utama dari prinsip psikologi learned centre. Motivasi merupakan proses memberi semangat, arahan dan kegigihan perilaku individu atau segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu yang menjadi tujuan. Perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energy, terarah serta tahan lama.
Learned Centered terjadi pada siswa, dan bukan guru. Presepsi murid terhadap lingkungan pembelajaran yang positif dan hubungan interpersonal dengan guru merupakan faktor paling penting yang memperkuat motivasi dan prestasi murid.
PERSPEKTIF DALAM MOTIVASI
Perspektif psikologis menjelaskan motivasi dengan cara yang berbeda berdasarkan perspektif yang berbeda pula. Disini saya akan membahas keempat perspektif tersebut: behavioral, humanistis, kognitif, dan sosial.
1.      Perspektif Behavioral
ü  Menekankan pada imbalan dan hubungan eksternal sebagai kunci menentukan motivasi
ü  Motivasi murid sebagai konsekuensi dari insentif eksternal
ü  Insentif adalah peristiwa atau stimuli positif atau negative yang dapat memotivasi perilaku murid
ü  Insentif dapat menambah minat atau kesenangan pada pelajaran dan mengarahkan perhatian kepada perilaku yang tepat dan dapat menjauhkan dari perilaku tidak tepat
ü  Bentuk insentif yaitu nilai yang baik, tanda bintang, pujian dan penghargaan.

2.      Perspektif Humanistik
ü  Menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian serta kebebasan untuk memilih nasib sendiri
ü  Berkaitan dengan pandangan Abraham Maslow bahwa kebutuhan dasar tertentu harus dipuaskan dahulu sebelum memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi
ü  Hirarki kebutuhan menurut Maslow yaitu
o   kebutuhan fisik, yaitu lapar, haus, tidur
o   kebutuhan keamanan, yaitu bertahan hidup, perlindungan diri dari perang dan kejahatan
o   cinta dan rasa memiliki, yaitu keamanan, kasih sayang dan perhatian
o   harga diri, yaitu menghargai diri sendiri
o    aktualisasi diri, yaitu realisasi potensi diri

3.      Perspektif Kognitif
ü  Menekankan pada pemikiran muridlah yang akan memandu motivasi mereka
ü  Menekankan arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan dan monitoring kemajuan menuju suatu tujuan
ü  Minat murid berfokus pada ide-ide seperti motivasi internal mereka untuk mencapai sesuatu seperti persepsi tentang sebab-sebab kesuksesan dan kegagalan.

4.      Perspektif Sosial
ü  Di dalam perspektif sosial terdapat kebutuhan afiliasi atau keterhubungan
ü  Kebutuhan afiliasi adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman
ü  Ini membutuhkan pembentukan, pemeliharaan dan pemulihan hubungan personal yang hangat dan akrab
ü  Kebutuhan afiliasi tersermin dalam motivasi mereka untuk mengabiskan waktu bersama teman, kawan dekat, keterikatan dengan orangtua, dan keinginan untuk menjalin hubungan positif dengan guru.


Terdapat bentuk motivasi yaitu: motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsic

1.      Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain yang menjadi tujuan. Motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan dan hukuman. Contohnya seorang anak yang rajin belajar untuk mendapatkan insentif berupa hadiah dari orangtuanya.

2.      Motivasi intrinsik
Motivasi intrinsik adalah motivasi internal atau dari dalam diri sendiri untuk melakukan sesuatu demi mendapatkan sesuatu itu sendiri atau sebuah tujuan.  Contonya, seorang anak akan belajar walaupun tidak disuruh karena ia senang dengan mata pelajaran tersebut.


Terimakasih sudah membaca guysss semoga bermanfaat yaaa J

lihat juga postingan berikut yaa
Laporan Observasi



Resume Materi Psikologi Pendidikan II

Edit Posted by with No comments
Hellooo netizen, ketemu lagi sama postingan saya yang berikutnya…
Kali ini saya akan membahas tentang Tahap Perkembangan Pendidikan khususnya pada anak-anak dan remaja..
Selamat membacaaa J

TAHAP PERKEMBANGAN PENDIDIKAN : ANAK-ANAK DAN REMAJA


Tahap perkembangan manusia dikaitkan dengan pendidikan. Tahap perkembangan pendidikan tiap jenjang pendidikan berbeda-beda yang dikarenakan perbedaan usia sehingga beda pula proses perkembangan yang dimiliki. Jadi, perkembangan yang dimiliki manusia ada bermacam-macam, yaitu sebagai berikut:
·         Perkembangan Kognitif oleh Piaget
·         Perkembangan Moral oleh Kohlberg
·         Perkembangan Psikososial oleh Erikson

I.    Masa Bayi (usia 0-2 tahun)
·         Pertumbuhan fisik dan panca indera cepat
·         Belajar dari perlakuan lingkungan
·         Membentuk attachment behavior dengan figure terdekat

II.Masa Kanak-Kanak Awal / Prasekolah (usia 2-6 tahun)
·         Negativis (membangkang)
·         Masa bermain (cooperative play, associative play, parallel play, unoccupied behavior, onlooker behavior)
·         Masa eksplorasi
·         Masa meniru, melalui televisi, lingkungan, orangtua, dll.
Contoh: tidak mau makan, tidak mau tidur siang, tidak mau berhenti bermain. Dan perilaku ini merupakan sebuah perilaku yang normal.

Ø  Tahap perkembangan kognitif (Piaget) yaitu tahap praoperasional;
Dengan cirri-ciri sebagai berikut:
o   Belajar menggunakan bahasa
o   Cara berfikir egosentris

Ø  Tahap perkembangan moral (Kohlberg) yaitu prakonvensional;
o   Tahap I yaitu usia 2-4 tahun
Yaitu orientasi hukuman, ingin senang, tidak ingin mendapatkan hukuman. Jika dia takut hukuman maka ia patuh agar tidak mendapat hukuman.

o   Tahap II yaitu usia 4-6 tahun
Yaitu orientasi hadiah atau ganjaran, yang mau melakukan sesuatu jika ada hadiah atau reward. Contoh: hadiah berupa benda, pujian, ciuman, dll.

*      RELEVANSI KEPADA METODE PENDIDIKAN
Membiarkan si anak bermain, biarkan anak belajar sambil bermain, mengenal sesuatu, jangan dipaksa untuk belajar (membaca, menghapal, menulis dan menghitung), mulailah dari belajar moral dasar.
Contoh : dalam permainan diajarkan untuk bermain dengan jujur, disiplin, dan sportif.


III. Masa kanak-kanak Akhir
·         Sejak usia 6 tahun sampai matang secara seksual (sekolah dasar)
·         Satu sampai dua tahun terakhir masa prapubertas
·         Pengaruh teman sebaya mulai dominan

Ø  Tahap Kognitif yaitu tahap operasional-konkrit
o   Mampu berfikir logis tentang suatu objek dan kejadian
o   Mampu mengklasifikasikan objek
o   Harus konkrit dan nyata
Ø  Perkembangan moral yaitu tahap konvensional
o   Tahap 3 = ungkapan “good boy/girl”
Senang jika dianggap baik, maka mereka senang dipuji.

o   Tahap 4 = orientasi otoritas
Patuh pada orang yang dia hormati atau ditakuti. Contoh : guru ataupun orangtua.

Ø  Tahap industry vs inferiority oleh Erikson
Anak pada tahap ini jika diejek maka dia akan merasa rendah diri, tidak percaya diri, dan tidak berani menampilkan kebiasaannya. Maka, mereka harus dimotivasi, dipuji, dan menunjukkan kebanggaan atas karyanya dan jangan dicela.


IV. Masa Remaja (pada usia 11 atau 12 hingga 18 atau 24 tahun)
·         Perkembangan fisik: mengarah ke bentuk badan orang dewasa
·         Perkembangan seksual: mulai aktifnya hormon seksual
·         Perkembangan heteroseksual: tertarik pada lawan jenis
·         Perkembangan emosional: emosi tidak stabil, berubah-ubah dan cenderung meledak-ledak.

Ø  Perkembangan Kognitif yaitu operasional formal
o   Mampu berfikir logis mengenai sesuatu yang abstrak
o   Menaruh perhatian tentang masa depan, konsep ideologis
o   Pola pikir egosentris

Ø  Perkembangan identitas diri yaitu tahap identity vs role confusion
o   Mulai timbul pertanyaan “siapa saya?”
o   Cenderung meniru idolanya atau orang yang dikaguminya

Ø  Perkembangan moral : kebanyakan tingkat konvensional namun sebagian sudah post-konvensional
o   Tahap 5 yaitu rientasi kontak sosial
Yaitu sudah mulai bisa memahami kepentingan orang lain dan memberikan kesempatan orang lain untuk mengeksplore diri dan orang lain juga membutuhkan kesempatan untuk mengeksplore diri dan diakui.

o   Tahap 6 yaitu orientasi asal etis
Tahap dimana mereka mulai melakukan sesuatu karena etika.

*      RELEVANSI PADA PENDIDIKAN
ü  Mulai dilatih mengendalikan emosi
ü  Mulai mengajarkan pergaulan yang sehat
ü  Diajarkan cara mengekspresikan diri yang tepat
ü  Diajarkan mana yang baik dan buruk serta apa dampaknya


Daftar Pustaka
Santrock, John W. 2004. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Prenadamedia Group


Nah, penjelasan tersebut merupakan sekilas tentang tahap perkembangan. Terimakasi sudah membaca dan semoga bermanfaat yaaa J


Lihat juga postingan berikut yaaa
Laporan Observasi





Resume Materi Psikologi Pendidikan I

Edit Posted by with No comments
Halo netizen ketemu lagi dengan postingan blog sayaaa.
Kali ini saya akan membahas tentang materi dari Psikologi Pendidikan dengan judul Psikologi Pendidikan dan Ruang Lingkupnya.


PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN RUANG LINGKUPNYA
·       Defensi Psikologi Pendidikan
Psikologi Pendidikan merupakan cabang ilmu psikologi yang khusus pada cara memahami  pengajaran dan pembelajaran di lingkungan pendidikan.
Pengajaran : merupakan proses pendidikan yang sebelumnya direncanakan dan diarahkan untuk mencapai tujuan serta dirancang untuk mempermudah proses belajar.
Pembelajaran : merupakan proses interaksi peserta didik dengan penduduk dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar .
Belajar : merupakan proses perubahan dalam diri sendiri.

·       Tokoh perintis Psikologi Pendidikan
1.      Willian James
ü  Merupakan bapak psikologi Amerika
ü  Mengungkapkan bahwa penting untuk mempelajari proses belajar dan mengajar dikelas
ü  Merekomendasikan mengajar pada titik sedikit lebih tinggi diatas tingkat pengetahuan dan pemahaman anak dengan tujuan untuk memperluas cakrawala pemikiran anak.

2.      John Dewey (1859-1952)
ü  Penggerak psikologi di bidang praktis
ü  Membangun laboratorium psikologi pertama di Amerika Serikat
ü  Pandangan :
o   Anak sebagai pembelajar aktif
o   Pendidikan berfokus pada anak secara keseluruhan dan memperkuat kemampuan adaptasi anak dengan lingkungan
o   Semua anak berhak mendapat pendidikan selayaknya

3.      E. L. Thorndike (1874-1949)
ü  Ia merekomendasikan untuk memberi perhatian pada penilaian dan pengukuran serta perbaikan dasar-dasar belajar secara ilmiah.
ü  Sangat ahli dalam studi belajar dan mengajar
ü  Memiliki gagasan: psikologi pendidikan harus memiliki basis ilmiah dan fokus pada pengukuran.


4.      B.F. Skinner (Pendidikan Behavioral)
ü  Operan Conditioning : konsekuensi perilaku akan mengakibatkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan terjadi.
ü  Konsekuensi (reinforcement-punishment) bersifat sementara pada perilaku organism
ü  Ia mengatakan bahwa proses mental yang dikemukakan James & Dewey adalah proses yang tidak dapat diamati dan karenanya tidak bisa menjadi studi psikologi ilmiah yang menurutnya adalah ilmu tentang perilaku yang dapat diamati dan ilmu kondisi-kondisi yang mengendalikan perilaku.


Cara Mengajar Yang Efektif

·       Pengetahuan dan Keahlian Profesional
1.      Penguasaan materi pelajaran
ü  Menyampaikan materi dengan baik
ü  Fleksibel dan berpengetahuan tinggi

2.      Strategi pengajaran
ü  Pemahaman konstruktivisme (James Dewey)
Anak secara aktif membangun dan menyusun pengetahuan dan pemahamannya. Misalnya, guru memberi info dan mendorong siswa untuk mengeksplorasi, menemukan, merenungkan dan berfikir kritis.

3.      Penetapan tujuan dan keahlian perencanaan instruksional
Guru yang efektif harus menentukan tujuan pengajaran dan menyusun rencana untuk mencapai tujuan itu. Mereka yang harus menyusun kriteria tertentu agar sukses. Dalam menyusun rencana, guru memikirkan tentang cara agar pelajaran bisa menantang sekaligus menarik.

4.      Keahlian manajemen kelas
ü  Membangun dan mempertahankan lingkungan belajar yang kondusif
ü  Mampu menjaga kelas tetap aktif bersama dan mengorientasikan kelas ke tugas-tugas.

5.      Keahlian motivasional
ü  Punya strategi yang baik untuk memotivasi murid agar bersemangat untuk belajar

6.      Keahlian motivasi
ü  Keahlian berbicara, mendengar, mengatasi hambatan komunikasi verbal dan nonverbal
ü  Mampu memecahkan konflik secara kondusif

7.      Bekerjasama secara efektif dengan murid dari latar belakang cultural

8.      Keahlian teknologi

ü  Guru yang efektif mengembangkan keahlian teknologi dan mengintegrasikan computer ke dalam proses belajar dikelas
ü  Tahu cara menggunakan computer dan cara mengajar murid untuk menggunakan komputer untuk menulis dan berkreasi

·       Komitmen dan Motivasi
ü  Guru yang efektif punya kepercayaan diri terhadap kemampuan mereka dan tidak akan membiarkan emosi negative melunturkan motivasi mereka.
ü  Guru yang efektif akan membawa sikap positif dan semangat ke dalam kelas

Psikologi Pendidikan dan Sekolah
ü  Psikologi pendidikan cenderung pada konten psikologi belajar, pengukuran, dan pengembangan tes prestasi.
ü  Psikologi sekolah cenderung berkonsentrasi pada kegiatan mendiagnostik permasalahan di lingkungan sekolah.

Sedikit tentang e-learning
ü  Sistem pendidikan berbasis dunia cyber disebut e-learning
ü  Pergeseran system pendidikan berbasis tradisional (tatap muka) menjadi dibatasi oleh ruang dan waktu.


Daftar Pustaka
Santrock, John W. 2004. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Prenadamedia Group


Nah, ini dia sekilas tentang psikologi pendidikan dan ruang lingkupnya..
Semoga bermanfaat ya teman-temannn… sampai ketemu di postingan berikutnya J


lihat juga postingan berikut yaa
Laporan Observasi