Sabtu, 08 April 2017
Nama : Franisa Medilita Ketaren
Resume Materi Psikologi Pendidikan III
Edit Posted by Franisa Medilita Ketaren with No comments
Halooo saya mau lanjut
ngeblog nihhhhh…
Resume materi psikologi
pendidikan saya yang ketigaaa. Kali ini saya membahas tentang motivasi yang
merupakan salah satu topik pembahasan di mata kuliah psikologi pendidikan. Selamat
membaca yaaa…
MOTIVASI
Dalam
proses pengajaran, motivasi merupakan aspek yang sangat penting, yang juga
merupakan komponen utama dari prinsip psikologi learned centre. Motivasi merupakan
proses memberi semangat, arahan dan kegigihan perilaku individu atau segala
sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu yang menjadi
tujuan. Perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energy, terarah
serta tahan lama.
Learned
Centered terjadi pada siswa, dan bukan guru. Presepsi murid terhadap lingkungan
pembelajaran yang positif dan hubungan interpersonal dengan guru merupakan faktor
paling penting yang memperkuat motivasi dan prestasi murid.
PERSPEKTIF DALAM MOTIVASI
Perspektif
psikologis menjelaskan motivasi dengan cara yang berbeda berdasarkan perspektif
yang berbeda pula. Disini saya akan membahas keempat perspektif tersebut:
behavioral, humanistis, kognitif, dan sosial.
1.
Perspektif
Behavioral
ü Menekankan
pada imbalan dan hubungan eksternal sebagai kunci menentukan motivasi
ü Motivasi
murid sebagai konsekuensi dari insentif eksternal
ü Insentif
adalah peristiwa atau stimuli positif atau negative yang dapat memotivasi
perilaku murid
ü Insentif
dapat menambah minat atau kesenangan pada pelajaran dan mengarahkan perhatian
kepada perilaku yang tepat dan dapat menjauhkan dari perilaku tidak tepat
ü Bentuk
insentif yaitu nilai yang baik, tanda bintang, pujian dan penghargaan.
2.
Perspektif
Humanistik
ü Menekankan
pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian serta kebebasan untuk
memilih nasib sendiri
ü Berkaitan
dengan pandangan Abraham Maslow bahwa kebutuhan dasar tertentu harus dipuaskan
dahulu sebelum memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi
ü Hirarki
kebutuhan menurut Maslow yaitu
o
kebutuhan fisik, yaitu lapar, haus,
tidur
o
kebutuhan keamanan, yaitu bertahan
hidup, perlindungan diri dari perang dan kejahatan
o
cinta dan rasa memiliki, yaitu keamanan,
kasih sayang dan perhatian
o
harga diri, yaitu menghargai diri
sendiri
o
aktualisasi
diri, yaitu realisasi potensi diri
3.
Perspektif
Kognitif
ü Menekankan
pada pemikiran muridlah yang akan memandu motivasi mereka
ü Menekankan
arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan dan monitoring kemajuan menuju
suatu tujuan
ü Minat
murid berfokus pada ide-ide seperti motivasi internal mereka untuk mencapai
sesuatu seperti persepsi tentang sebab-sebab kesuksesan dan kegagalan.
4.
Perspektif
Sosial
ü Di
dalam perspektif sosial terdapat kebutuhan afiliasi atau keterhubungan
ü Kebutuhan
afiliasi adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman
ü Ini
membutuhkan pembentukan, pemeliharaan dan pemulihan hubungan personal yang
hangat dan akrab
ü Kebutuhan
afiliasi tersermin dalam motivasi mereka untuk mengabiskan waktu bersama teman,
kawan dekat, keterikatan dengan orangtua, dan keinginan untuk menjalin hubungan
positif dengan guru.
Terdapat bentuk
motivasi yaitu: motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsic
1.
Motivasi
Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah melakukan
sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain yang menjadi tujuan. Motivasi ekstrinsik
sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan dan hukuman. Contohnya
seorang anak yang rajin belajar untuk mendapatkan insentif berupa hadiah dari
orangtuanya.
2.
Motivasi
intrinsik
Motivasi intrinsik adalah motivasi
internal atau dari dalam diri sendiri untuk melakukan sesuatu demi mendapatkan
sesuatu itu sendiri atau sebuah tujuan. Contonya,
seorang anak akan belajar walaupun tidak disuruh karena ia senang dengan mata
pelajaran tersebut.
Terimakasih
sudah membaca guysss semoga bermanfaat yaaa J
lihat juga postingan berikut yaa
Laporan Observasi
lihat juga postingan berikut yaa
Laporan Observasi
Resume Materi Psikologi Pendidikan II
Edit Posted by Franisa Medilita Ketaren with No comments
Hellooo netizen, ketemu
lagi sama postingan saya yang berikutnya…
Kali ini saya akan
membahas tentang Tahap Perkembangan Pendidikan khususnya pada anak-anak dan
remaja..
Selamat membacaaa J
TAHAP
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN : ANAK-ANAK DAN REMAJA
Tahap perkembangan
manusia dikaitkan dengan pendidikan. Tahap perkembangan pendidikan tiap jenjang
pendidikan berbeda-beda yang dikarenakan perbedaan usia sehingga beda pula
proses perkembangan yang dimiliki. Jadi, perkembangan yang dimiliki manusia ada
bermacam-macam, yaitu sebagai berikut:
·
Perkembangan Kognitif oleh Piaget
·
Perkembangan Moral oleh Kohlberg
·
Perkembangan Psikososial oleh Erikson
I.
Masa Bayi (usia 0-2 tahun)
·
Pertumbuhan fisik dan panca indera cepat
·
Belajar dari perlakuan lingkungan
·
Membentuk attachment behavior dengan figure
terdekat
II.Masa Kanak-Kanak
Awal / Prasekolah (usia 2-6 tahun)
·
Negativis (membangkang)
·
Masa bermain (cooperative play,
associative play, parallel play, unoccupied behavior, onlooker behavior)
·
Masa eksplorasi
·
Masa meniru, melalui televisi,
lingkungan, orangtua, dll.
Contoh:
tidak mau makan, tidak mau tidur siang, tidak mau berhenti bermain. Dan perilaku
ini merupakan sebuah perilaku yang normal.
Ø Tahap
perkembangan kognitif (Piaget) yaitu tahap praoperasional;
Dengan
cirri-ciri sebagai berikut:
o
Belajar menggunakan bahasa
o
Cara berfikir egosentris
Ø Tahap
perkembangan moral (Kohlberg) yaitu prakonvensional;
o
Tahap I yaitu usia 2-4 tahun
Yaitu
orientasi hukuman, ingin senang, tidak ingin mendapatkan hukuman. Jika dia
takut hukuman maka ia patuh agar tidak mendapat hukuman.
o
Tahap II yaitu usia 4-6 tahun
Yaitu
orientasi hadiah atau ganjaran, yang mau melakukan sesuatu jika ada hadiah atau
reward. Contoh: hadiah berupa benda, pujian, ciuman, dll.
Membiarkan
si anak bermain, biarkan anak belajar sambil bermain, mengenal sesuatu, jangan
dipaksa untuk belajar (membaca, menghapal, menulis dan menghitung), mulailah
dari belajar moral dasar.
Contoh
: dalam permainan diajarkan untuk bermain dengan jujur, disiplin, dan sportif.
III.
Masa kanak-kanak Akhir
·
Sejak usia 6 tahun sampai matang secara
seksual (sekolah dasar)
·
Satu sampai dua tahun terakhir masa
prapubertas
·
Pengaruh teman sebaya mulai dominan
Ø Tahap
Kognitif yaitu tahap operasional-konkrit
o
Mampu berfikir logis tentang suatu objek
dan kejadian
o
Mampu mengklasifikasikan objek
o
Harus konkrit dan nyata
Ø Perkembangan
moral yaitu tahap konvensional
o
Tahap 3 = ungkapan “good boy/girl”
Senang
jika dianggap baik, maka mereka senang dipuji.
o
Tahap 4 = orientasi otoritas
Patuh
pada orang yang dia hormati atau ditakuti. Contoh : guru ataupun orangtua.
Ø Tahap
industry vs inferiority oleh Erikson
Anak
pada tahap ini jika diejek maka dia akan merasa rendah diri, tidak percaya
diri, dan tidak berani menampilkan kebiasaannya. Maka, mereka harus dimotivasi,
dipuji, dan menunjukkan kebanggaan atas karyanya dan jangan dicela.
IV.
Masa Remaja (pada usia 11 atau 12 hingga 18 atau 24
tahun)
·
Perkembangan fisik: mengarah ke bentuk
badan orang dewasa
·
Perkembangan seksual: mulai aktifnya hormon
seksual
·
Perkembangan heteroseksual: tertarik
pada lawan jenis
·
Perkembangan emosional: emosi tidak
stabil, berubah-ubah dan cenderung meledak-ledak.
Ø Perkembangan
Kognitif yaitu operasional formal
o
Mampu berfikir logis mengenai sesuatu
yang abstrak
o
Menaruh perhatian tentang masa depan,
konsep ideologis
o
Pola pikir egosentris
Ø Perkembangan
identitas diri yaitu tahap identity vs role confusion
o
Mulai timbul pertanyaan “siapa saya?”
o
Cenderung meniru idolanya atau orang
yang dikaguminya
Ø Perkembangan
moral : kebanyakan tingkat konvensional namun sebagian sudah post-konvensional
o
Tahap 5 yaitu rientasi kontak sosial
Yaitu
sudah mulai bisa memahami kepentingan orang lain dan memberikan kesempatan
orang lain untuk mengeksplore diri dan orang lain juga membutuhkan kesempatan
untuk mengeksplore diri dan diakui.
o
Tahap 6 yaitu orientasi asal etis
Tahap
dimana mereka mulai melakukan sesuatu karena etika.
ü Mulai
dilatih mengendalikan emosi
ü Mulai
mengajarkan pergaulan yang sehat
ü Diajarkan
cara mengekspresikan diri yang tepat
ü Diajarkan
mana yang baik dan buruk serta apa dampaknya
Daftar Pustaka
Santrock, John W. 2004. Psikologi Pendidikan.
Jakarta: Prenadamedia Group
Nah, penjelasan tersebut merupakan sekilas
tentang tahap perkembangan. Terimakasi sudah membaca dan semoga bermanfaat yaaa
J
Lihat juga postingan berikut yaaa
Laporan Observasi
Lihat juga postingan berikut yaaa
Laporan Observasi
Resume Materi Psikologi Pendidikan I
Edit Posted by Franisa Medilita Ketaren with No comments
Halo netizen ketemu
lagi dengan postingan blog sayaaa.
Kali ini saya akan
membahas tentang materi dari Psikologi Pendidikan dengan judul Psikologi
Pendidikan dan Ruang Lingkupnya.
PSIKOLOGI
PENDIDIKAN DAN RUANG LINGKUPNYA
·
Defensi Psikologi Pendidikan
Psikologi Pendidikan
merupakan cabang ilmu psikologi yang khusus pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran di lingkungan
pendidikan.
Pengajaran : merupakan
proses pendidikan yang sebelumnya direncanakan dan diarahkan untuk mencapai
tujuan serta dirancang untuk mempermudah proses belajar.
Pembelajaran :
merupakan proses interaksi peserta didik dengan penduduk dan sumber belajar
pada suatu lingkungan belajar .
Belajar : merupakan
proses perubahan dalam diri sendiri.
·
Tokoh perintis Psikologi Pendidikan
1. Willian
James
ü Merupakan
bapak psikologi Amerika
ü Mengungkapkan
bahwa penting untuk mempelajari proses belajar dan mengajar dikelas
ü Merekomendasikan
mengajar pada titik sedikit lebih tinggi diatas tingkat pengetahuan dan
pemahaman anak dengan tujuan untuk memperluas cakrawala pemikiran anak.
2. John
Dewey (1859-1952)
ü Penggerak
psikologi di bidang praktis
ü Membangun
laboratorium psikologi pertama di Amerika Serikat
ü Pandangan
:
o
Anak sebagai pembelajar aktif
o
Pendidikan berfokus pada anak secara
keseluruhan dan memperkuat kemampuan adaptasi anak dengan lingkungan
o
Semua anak berhak mendapat pendidikan
selayaknya
3. E.
L. Thorndike (1874-1949)
ü Ia
merekomendasikan untuk memberi perhatian pada penilaian dan pengukuran serta
perbaikan dasar-dasar belajar secara ilmiah.
ü Sangat
ahli dalam studi belajar dan mengajar
ü Memiliki
gagasan: psikologi pendidikan harus memiliki basis ilmiah dan fokus pada
pengukuran.
4. B.F.
Skinner (Pendidikan Behavioral)
ü Operan
Conditioning : konsekuensi perilaku akan mengakibatkan perubahan dalam probabilitas
perilaku itu akan terjadi.
ü Konsekuensi
(reinforcement-punishment) bersifat sementara pada perilaku organism
ü Ia
mengatakan bahwa proses mental yang dikemukakan James & Dewey adalah proses
yang tidak dapat diamati dan karenanya tidak bisa menjadi studi psikologi
ilmiah yang menurutnya adalah ilmu tentang perilaku yang dapat diamati dan ilmu
kondisi-kondisi yang mengendalikan perilaku.
Cara
Mengajar Yang Efektif
·
Pengetahuan dan Keahlian Profesional
1. Penguasaan
materi pelajaran
ü Menyampaikan
materi dengan baik
ü Fleksibel
dan berpengetahuan tinggi
2. Strategi
pengajaran
ü Pemahaman
konstruktivisme (James Dewey)
Anak
secara aktif membangun dan menyusun pengetahuan dan pemahamannya. Misalnya,
guru memberi info dan mendorong siswa untuk mengeksplorasi, menemukan,
merenungkan dan berfikir kritis.
3. Penetapan
tujuan dan keahlian perencanaan instruksional
Guru
yang efektif harus menentukan tujuan pengajaran dan menyusun rencana untuk
mencapai tujuan itu. Mereka yang harus menyusun kriteria tertentu agar sukses.
Dalam menyusun rencana, guru memikirkan tentang cara agar pelajaran bisa
menantang sekaligus menarik.
4. Keahlian
manajemen kelas
ü Membangun
dan mempertahankan lingkungan belajar yang kondusif
ü Mampu
menjaga kelas tetap aktif bersama dan mengorientasikan kelas ke tugas-tugas.
5. Keahlian
motivasional
ü Punya
strategi yang baik untuk memotivasi murid agar bersemangat untuk belajar
6. Keahlian
motivasi
ü Keahlian
berbicara, mendengar, mengatasi hambatan komunikasi verbal dan nonverbal
ü Mampu
memecahkan konflik secara kondusif
7. Bekerjasama
secara efektif dengan murid dari latar belakang cultural
8. Keahlian
teknologi
ü Guru
yang efektif mengembangkan keahlian teknologi dan mengintegrasikan computer ke
dalam proses belajar dikelas
ü Tahu
cara menggunakan computer dan cara mengajar murid untuk menggunakan komputer
untuk menulis dan berkreasi
·
Komitmen dan Motivasi
ü Guru
yang efektif punya kepercayaan diri terhadap kemampuan mereka dan tidak akan
membiarkan emosi negative melunturkan motivasi mereka.
ü Guru
yang efektif akan membawa sikap positif dan semangat ke dalam kelas
Psikologi Pendidikan dan Sekolah
ü Psikologi
pendidikan cenderung pada konten psikologi belajar, pengukuran, dan
pengembangan tes prestasi.
ü Psikologi
sekolah cenderung berkonsentrasi pada kegiatan mendiagnostik permasalahan di
lingkungan sekolah.
Sedikit tentang e-learning
ü Sistem
pendidikan berbasis dunia cyber disebut e-learning
ü Pergeseran
system pendidikan berbasis tradisional (tatap muka) menjadi dibatasi oleh ruang
dan waktu.
Daftar Pustaka
Santrock, John W. 2004. Psikologi Pendidikan. Jakarta:
Prenadamedia Group
Nah, ini dia sekilas tentang psikologi pendidikan
dan ruang lingkupnya..
Semoga bermanfaat ya teman-temannn… sampai ketemu di
postingan berikutnya J
lihat juga postingan berikut yaa
Laporan Observasi
Laporan Observasi
Langganan:
Postingan (Atom)


